IMG-20251023-WA0012

Resmi Dibuka di ICE BSD, Indocomtech 2025 Surga Pecinta Teknologi, AI, dan Gaya Hidup Digital

BSD, Beritainn.com, – Pameran teknologi konsumen terbesar di Tanah Air, Indocomtech 2025, pada Kamis (23/10) resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD pada 23–26 Oktober 2025.

Mengusung tema “Smart Technology for the New Era”, ajang ini menghadirkan ekosistem lengkap yang memadukan bisnis, edukasi, hiburan, dan komunitas dalam satu festival teknologi.

Diselenggarakan oleh Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI) dan Satue Event, Indocomtech tahun ini menjadi barometer kemajuan industri teknologi digital di Indonesia, sekaligus ruang interaktif bagi masyarakat untuk menjelajahi langsung tren terbaru seperti kecerdasan buatan (AI), perangkat gaming berteknologi tinggi, serta ekosistem smart home dan IoT yang semakin terjangkau.

“Indocomtech bukan hanya soal luas area atau jumlah exhibitor, tetapi tentang ekosistem yang kami bangun sejak 1992,” ujar Bambang Setiawan, Direktur Satue Event.

“Tahun ini lonjakan produk berteknologi AI sangat signifikan — mulai dari laptop, smartphone, hingga aksesori gaming. Pengunjung bisa langsung merasakan pengalaman nyata teknologi masa depan,” tambahnya.

Ketua YAI, Hidayat Tjokrodjojo, menyebutkan bahwa hampir seluruh produk anggota Apkomindo kini telah mengadopsi standar teknologi berbasis AI. Momentum kuartal keempat yang bertepatan dengan musim belanja akhir tahun diharapkan menjadi pendorong tumbuhnya pasar teknologi konsumen nasional.

Pemerintah juga turut menyoroti peran AI dalam pembangunan nasional. Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, Dewan Pengarah BRIN, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan master plan serta pedoman etika pemanfaatan AI agar penerapannya dapat memberikan manfaat optimal sekaligus menghindari dampak negatif.

Menariknya, tahun ini Indocomtech berkolaborasi dengan NVIDIA Indonesia untuk mengedukasi pelajar tentang pemanfaatan AI secara etis dan produktif.

“Sejak dini pelajar harus memahami bahwa AI adalah alat untuk memecahkan masalah, bukan sekadar tren,” tegas Adrian Lesmono, Country Manager NVIDIA Indonesia.

Indocomtech 2025 menghadirkan dua panggung utama yang membagi fokus antara hiburan dan edukasi:

Technoforia Stage – Menampilkan cosplay competition, idol performance, meet & greet karakter Kiko (MNC Games), auction produk teknologi mulai Rp200 ribu, serta product launching dari berbagai brand.

Biznovation Stage – Didedikasikan untuk kalangan profesional dan akademisi dengan deretan talkshow bertema AI, termasuk sesi bersama pakar seperti Prof. Dr. Henderi, Prof. Dr. Mujiono Sadikin, Dr. Indiwan Seto Wahyu Wibowo, dan Prof. Dr. Arief Wibowo.

Selain itu, Olimpiade TIK Nasional diikuti lebih dari 1.000 pelajar SMP dan SMA dengan fokus pada coding, problem solving, dan robotics.

Zona Pameran dan Brand Partisipan

Tahun ini Indocomtech diikuti 143 exhibitor dari 103 brand teknologi dengan total area pameran mencapai 2.802 m². Zona baru bertajuk AI & Smart Living Zone menampilkan berbagai inovasi perangkat berbasis AI dan solusi rumah pintar.

Deretan brand besar yang turut hadir antara lain NVIDIA, BRIN, ADVAN, Canon, Polytron, Xiaomi, Lexar, Indihome, Enter Komputer, Secret Lab, hingga Odoo.

Promo dan Harapan Pengunjung

Rangkaian promo menarik turut memeriahkan ajang ini, seperti lelang VGA generasi terbaru oleh Enter Komputer mulai Rp500 ribu, diskon PC gaming AI-ready hingga Rp4 juta, serta bonus modem 5G dari HKM.

“Kami menargetkan 50.000 pengunjung dari berbagai kalangan — mulai dari tech enthusiast, pelajar, mahasiswa, hingga profesional dan kreator digital,” tutup Bambang Setiawan.(Hs.Foto:Hs)

2025_0101_01201100-1421648761

Indocomtech 2025 Resmi Dibuka: Festival Teknologi Terbesar Hadirkan Inovasi AI dan Smart Living

TANGERANG, jakarta.suaramerdeka.com — Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI) bersama Satue Event resmi membuka INDOCOMTECH 2025, pameran teknologi konsumen terbesar di Indonesia yang berlangsung di ICE BSD pada 23–26 Oktober 2025.

Mengusung tema “Smart Technology for the New Era”, Indocomtech 2025 bukan sekadar pameran, melainkan festival teknologi yang merangkum unsur bisnis, edukasi, hiburan, dan komunitas.

Selama empat hari, pengunjung diajak menjelajahi langsung inovasi terkini yang membentuk gaya hidup digital masyarakat Indonesia.

Indocomtech 2025 hadir sebagai respon terhadap percepatan inovasi teknologi global. Pengunjung berkesempatan untuk mengalami langsung tren dunia seperti Kecerdasan Buatan (AI) dalam gadget sehari-hari, perangkat gaming berchipset AI, hingga ekosistem smart home dan Internet of Things (IoT) yang semakin terjangkau.

Dalam jumpa pers, Direktur Satue Event, Bambang Setiawan, menjelaskan, Positioning Indocomtech sebagai yang terbesar bukan hanya soal luas area atau jumlah exhibitor, tetapi tentang ekosistem teknologi yang kami bangun sejak 1992.

“Tahun ini, kami melihat lonjakan produk berteknologi AI, mulai dari laptop, smartphone, hingga aksesori gaming. Di sini pengunjung bisa merasakan bedanya secara langsung, bukan sekadar membaca review online.” tambahnya.

Kehadiran Indocomtech 2025 juga menjadi momentum penting bagi publik untuk melihat langsung masa depan teknologi yang semakin dekat.

Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia, Hidayat Tjokrodjojo, menambahkan, Sebagai asosiasi, kami memastikan produk-produk yang ditampilkan oleh anggota APKOMINDO, seperti PC gaming rakitan, komponen overclocking, dan solusi IT, telah mengadopsi standar dan teknologi AI.

“Kami optimis, dengan dihelat pada kuartal keempat — momen persiapan belanja akhir tahun — INDOCOMTECH 2025 menjadi katalis bagi pertumbuhan pasar teknologi konsumen di Indonesia.” tuturnya.

Hidayat menekankan, Indocomtech tidak hanya sekadar pameran, melainkan ekosistem yang mempertemukan inovasi, komunitas, dan bisnis, menghadirkan pengalaman langsung bagi pengunjung, serta menjembatani interaksi antara brand, startup, komunitas, dan konsumen.

Merespon perkembangan AI yang semakin masif, Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan master plan dan etika pemanfaatan AI yang diharapkan selesai dalam tahun ini.

“Di bidang pelayanan pemerintahan, penerapan AI tengah digenjot sehingga dampak buruk dari AI dapat dideteksi, sekaligus bisa mengoptimalkan kecanggihan AI untuk peningkatan kinerja,” ujar Prof. Marsudi.

Tahun ini, Indocomtech juga berkolaborasi dengan NVIDIA untuk edukasi pemanfaatan AI bagi pelajar. Country Manager NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menegaskan,

“Sejak dini pelajar harus diedukasi tentang bagaimana AI bisa menjadi solusi dan membantu memecahkan masalah, bukan sekadar hype-nya saja. Jadi ketika mereka membuat device, juga harus memiliki standar yang sesuai.” ucap Prof. Marsudi

Program Unggulan Indocomtech 2025

Indocomtech 2025 menampilkan dua panggung utama dengan konsep berbeda:

Technoforia Stage

Arena publik dan komunitas yang menghadirkan berbagai aktivitas menarik seperti:

  • Cosplay Competition & Coswalk
  • Idol Performers dan Meet & Greet Kiko (MNC Games)
  • Olimpiade TIK Nasional diikuti lebih dari 1.000 pelajar SMP & SMA
  • Product Launching dari Secret Lab, Agres Komputer, dan Jazpiper
  • Auction produk teknologi mulai Rp200 ribu
Biznovation Stage

Didedikasikan untuk profesional dan akademisi, menampilkan talkshow dan forum bertema AI, antara lain:

  • Artificial Intelligence in the Future – Prof. Dr. Ir. Henderi, M.Kom
  • AI in Education & Industry 5.0 – Yan Mitha Djaksana, M.Kom
  • Tantangan Manajemen Risiko dan Audit AI – Prof. Dr. Ir. Mujiono Sadikin
  • AI for Personal Branding – Dr. Indiwan Seto Wahyu Wibowo
  • AI for Crisis & Disaster – Prof. Dr. Arief Wibowo
  • Redefining the Future Through RTX AI – Adrian Lesmono (NVIDIA)

Zona Pameran dan Brand Partisipan

Tahun ini, Indocomtech 2025 menghadirkan 143 exhibitor dari 103 brand teknologi dengan total area pameran 2.802 m². Zona baru AI & Smart Living Zone menjadi sorotan utama, menampilkan inovasi kecerdasan buatan dan solusi rumah pintar.

Beberapa brand besar yang berpartisipasi antara lain: BRIN, NVIDIA, AGRES, ADVAN, Cabletime, Canon, COC, Electronic City, Enter Komputer, HKM, Indihome, Jazpiper, Lexar, Odoo, Polytron, Secret Lab, dan Xiaomi.

Promo & Penawaran Spesial
  • Enter Komputer: Lelang VGA gaming terbaru mulai Rp500 ribu dan diskon PC gaming AI-ready hingga Rp4 juta.
  • HKM: Beli kuota gratis modem 5G terbaru.
  • Lexar, Advan, Netac, Gugik Indonesia, Hollyland, dan lainnya juga hadir dengan produk baru dan harga spesial.

Momentum Oktober yang berdekatan dengan musim belanja akhir tahun menjadi waktu strategis bagi brand teknologi untuk meluncurkan produk baru sekaligus mendorong transaksi konsumen.

“Kami optimis Indocomtech 2025 bisa dikunjungi sebanyak 50.000 pengunjung dari berbagai kalangan, seperti tech enthusiast, pelajar, mahasiswa, industri, dan digital creator,” pungkas Bambang Setiawan.

Indocomtech-251023

Festival Teknologi INDOCOMTECH 2025 Resmi Dibuka

Beritakota.id, Jakarta – Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI) bersama Satue Event secara resmi membuka INDOCOMTECH 2025, pameran teknologi konsumen terbesar di Indonesia yang digelar pada 23–26 Oktober 2025 di ICE BSD City. Mengusung tema “Smart Technology for the New Era”, Indocomtech tahun ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah festival teknologi yang memadukan unsur bisnis, edukasi, hiburan, dan komunitas dalam satu ekosistem besar.

Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menjelajahi langsung inovasi terkini yang membentuk gaya hidup digital masyarakat modern, mulai dari perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI), gaming dengan chipset khusus AI, hingga ekosistem smart home dan Internet of Things (IoT) yang semakin terjangkau dan relevan dengan kebutuhan masa kini.

Dalam konferensi pers pembukaan, Direktur Satue Event, Bambang Setiawan, menegaskan bahwa keunggulan Indocomtech bukan hanya diukur dari luas area atau jumlah peserta pameran, tetapi dari ekosistem teknologi yang telah dibangun sejak 1992.

“Tahun ini kami melihat lonjakan signifikan produk-produk berteknologi AI, mulai dari laptop, smartphone, hingga aksesori gaming. Di sini, pengunjung tidak hanya membaca ulasan di internet, tetapi bisa langsung mencoba dan merasakan perbedaannya,” ucap Bambang, Kamis (23/10).

Sementara itu, Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia, Hidayat Tjokrodjojo, menilai kehadiran Indocomtech 2025 menjadi momentum penting bagi publik untuk melihat arah masa depan teknologi Indonesia.

“Kami memastikan produk yang ditampilkan oleh anggota APKOMINDO telah mengadopsi standar dan teknologi AI terkini. Dengan diselenggarakan pada kuartal keempat momen belanja akhir tahun Indocomtech diharapkan menjadi katalis pertumbuhan pasar teknologi konsumen nasional,” jelasnya.

Menyoroti perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan, Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan master plan dan panduan etika pemanfaatan AI yang ditargetkan rampung tahun ini.

“Penerapan AI sedang kami genjot di berbagai sektor pemerintahan agar dampak negatif bisa diantisipasi dan manfaatnya dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja layanan publik,” ungkap Prof. Marsudi.

Indocomtech 2025 juga menjadi wadah edukatif dengan menghadirkan kolaborasi bersama NVIDIA, yang berfokus pada pembelajaran AI bagi pelajar.
Adrian Lesmono, Country Manager NVIDIA Indonesia, menekankan pentingnya edukasi AI sejak dini.

“Pelajar perlu memahami bahwa AI bukan sekadar tren, tetapi solusi yang membantu memecahkan masalah nyata. Karena itu, perangkat dan kurikulum yang mereka gunakan juga harus sesuai standar teknologi masa depan,” jelas Adrian.

Tahun ini, Indocomtech 2025 diikuti oleh 143 exhibitor dari 103 brand teknologi yang menempati area seluas 2.802 m², termasuk zona baru AI & Smart Living Zone yang menampilkan inovasi perangkat pintar untuk kehidupan sehari-hari.

Beberapa brand besar yang berpartisipasi antara lain BRIN, NVIDIA, AGRES, ADVAN, Cabletime, Canon, COC, Electronic City, Enter Komputer, HKM, Indihome, Jazpiper, Lexar, Odoo, Polytron, Secret Lab, Xiaomi, dan banyak lagi.

Dengan momentum Oktober yang berdekatan dengan musim belanja akhir tahun, Indocomtech 2025 diproyeksikan akan menarik lebih dari 50.000 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari tech enthusiast, pelajar, mahasiswa, profesional industri, hingga digital creator.

“Kami optimis Indocomtech 2025 akan menjadi acara teknologi paling berpengaruh tahun ini, mempertemukan inovator, komunitas, dan konsumen dalam satu ruang interaksi yang inspiratif,” pungkas Bambang Setiawan. (Herman Effendi/Lukman Hqeem)

ilustrasi-kamera-1751435949880_169

7 Aplikasi Kamera HP Terbaik yang Bisa Hasilkan Foto Setara DSLR

Jakarta CNBC Indonesia – Di era digital saat ini, kebutuhan akan foto berkualitas tinggi bukan hanya milik fotografer profesional. Para pengguna smartphone pun kini bisa menghasilkan gambar tajam, jernih, dan penuh detail seperti kamera DSLR. Bagaimana caranya? Salah satu jawabannya adalah dengan menggunakan aplikasi kamera pihak ketiga yang mampu menghadirkan fitur profesional ke dalam genggaman.

Nah, kalau kamu ingin mengubah kamera HP-mu menjadi setara DSLR, berikut 7 aplikasi terbaik yang direkomendasikan oleh berbagai sumber luar negeri terpercaya. Siap-siap bawa hasil fotomu ke level selanjutnya.

Kenapa Perlu Aplikasi Kamera Tambahan? Meskipun kamera bawaan smartphone sudah cukup baik, aplikasi tambahan memberikan kontrol manual yang lebih luas, seperti:

  • Pengaturan ISO
  • Shutter speed
  • Fokus manual
  • White balance
  • Dukungan format RAW
  • Efek bokeh lebih realistis

Tak hanya itu, beberapa aplikasi juga menggunakan AI (Artificial Intelligence) dan computational photography untuk meniru efek DSLR secara digital.

 

1. Open Camera (Android – Gratis dan Open Source)
Buat kamu yang ingin fitur lengkap tanpa harus membayar, Open Camera adalah pilihan terbaik. Aplikasi ini mendukung:

  • Manual Focus
  • ISO dan Shutter speed
  • Fokus manual
  • Exposure lock
  • Leveling otomatis
  • Dukungan RAW dan HDR

Karena bersifat open-source, aplikasi ini terus diperbarui oleh komunitas. Cocok untuk pemula maupun yang ingin belajar fotografi lebih dalam.

Kelebihan: Ringan, gratis, tanpa iklan

Kekurangan: Desain antarmuka sederhana

 

2. ProCam X – HD Camera Pro (Android – Freemium)
Kalau kamu mencari pengalaman kamera layaknya DSLR, ProCam X menawarkan:

  • Kontrol manual penuh
  • Perekaman video 4K
  • Burst mode
  • Slow-motion dan timelapse
  • Fokus manual dan filter real-time

Menurut Android Authority, ProCam X menjadi salah satu aplikasi kamera paling fleksibel di Android untuk tahun 2025.

Kelebihan: Tampilan modern dan user-friendly

Kekurangan: Beberapa fitur hanya tersedia di versi berbayar

 

3. Camera FV‑5 (Android – Berbayar)
Dikenal sebagai “DSLR dalam bentuk aplikasi”, Camera FV‑5 menyuguhkan fitur-fitur seperti:

  • Shutter speed panjang (long exposure)
  • ISO manual
  • Focus bracketing
  • Dukungan RAW/DNG
  • Time-lapse dan intervalometer

Aplikasi ini cocok untuk kamu yang ingin eksplorasi teknik fotografi seperti light painting atau astrofotografi.

Kelebihan: Presisi tinggi untuk setting manual

Kekurangan: UI tampak teknis dan kompleks

 

4. Manual Camera DSLR Pro (Android – Berbayar)
Jika kamu ingin mengontrol kamera layaknya profesional, Manual Camera menyajikan fitur:

  • ISO, shutter, fokus, white balance
  • Format RAW dan JPEG
  • Histograms dan light meter
  • Geotagging

Banyak pengulas menyebut aplikasi ini sebagai alat belajar terbaik untuk memahami dasar fotografi digital.

Kelebihan: Ideal untuk latihan exposure triangle

Kekurangan: Perlu Android 5.0 ke atas dan sensor yang kompatibel

 

5. ReLens Camera (iOS & Android – Freemium)
ReLens dikenal karena efek bokehnya yang menyerupai kamera lensa besar. Dengan dukungan AI dan simulasi depth map, aplikasi ini mampu:

  • Mengatur aperture (F1.4-F20)
  • Menciptakan efek bokeh setelah pemotretan
  • Merekam video 4K dengan blur natural
  • Editing background blur secara manual

Menurut review App Store dan Android Headlines, ReLens menjadi “game changer” dalam simulasi depth of field di mobile photography.

Kelebihan: Efek bokeh realistis, cocok untuk portrait

Kekurangan: Butuh HP dengan sensor kamera tinggi

 

6. Adobe Lightroom Camera (Android & iOS – Gratis/Premium)
Selain dikenal sebagai editor, Adobe Lightroom juga memiliki mode kamera Pro. Kamu bisa:

  • Mengambil foto dalam format RAW
  • Mengatur ISO, shutter, fokus, white balance
  • Menyinkronkan langsung ke akun Adobe Creative Cloud
  • Menyinkronkan langsung ke akun Adobe Creative Cloud
  • Mengedit hasil jepretan langsung dengan preset profesional

Aplikasi ini sangat ideal untuk workflow profesional – dari pemotretan hingga pengeditan dalam satu aplikasi.

Kelebihan: Terintegrasi dengan Adobe suite

Kekurangan: Beberapa fitur hanya bisa diakses lewat langganan

 

7. Focos (iOS)
Buat pengguna iPhone, Focos memungkinkan kamu menciptakan foto portrait dengan efek bokeh profesional yang bisa disesuaikan setelah pengambilan gambar. Aplikasi ini memungkinkan:

  • Fokus ulang setelah foto diambil
  • Simulasi lensa DSLR
  • Kontrol aperture dan bentuk bokeh
  • Depth map editing

Focos banyak digunakan oleh kreator konten dan fotografer mobile untuk konten media sosial yang sinematik.

Kelebihan: Hasil blur halus dan alami

Kekurangan: Hanya kompatibel dengan iPhone dual camera atau lebih

 

Tips Memaksimalkan Hasil Foto DSLR dari HP
Ingin hasil foto dari smartphone-mu terlihat seperti jepretan kamera DSLR? Selain menggunakan aplikasi kamera yang mumpuni, kamu juga perlu menerapkan beberapa teknik dan kebiasaan berikut agar hasilnya lebih maksimal:

 

1. Gunakan Tripod atau Penyangga Stabil
Stabilitas adalah kunci utama saat memotret dalam kondisi cahaya rendah atau dengan shutter speed lambat (long exposure). Tripod membantu mengurangi blur akibat tangan yang gemetar. Bisa juga menggunakan benda datar seperti meja atau tembok sebagai alternatif.

 

2. Hindari Digital Zoom
Alih-alih memperbesar gambar dengan digital zoom (yang mengurangi kualitas), lebih baik kamu ambil foto dari jarak aman lalu lakukan crop saat proses editing. Hasilnya akan tetap tajam dan minim noise.

 

3. Aktifkan Mode Manual (Pro Mode)
Pelajari dasar pencahayaan seperti segitiga eksposur: ISO, shutter speed, dan aperture (jika tersedia). Dengan mode manual, kamu bisa mengontrol hasil akhir foto sesuai kondisi pencahayaan dan gaya foto yang diinginkan.

 

4. Gunakan Format RAW
Aktifkan format RAW jika tersedia. Format ini menyimpan lebih banyak detail dan informasi warna, sehingga proses editing menjadi lebih fleksibel tanpa kehilangan kualitas gambar.

 

5. Manfaatkan Cahaya Alami
Cahaya alami (seperti dari jendela atau matahari saat golden hour) memberikan hasil yang lebih natural dan profesional. Hindari menggunakan flash kecuali benar-benar dibutuhkan, karena sering kali membuat foto terlihat datar dan terlalu terang.

 

6. Perhatikan Komposisi dan Framing
Gunakan aturan sepertiga (rule of thirds) atau aktifkan grid di layar kamera. Pastikan objek utama tidak selalu di tengah; berani bereksperimen dengan angle dan perspektif untuk hasil yang lebih artistik.

 

7. Edit dengan Aplikasi Profesional
Gunakan aplikasi edit foto seperti Snapseed, Lightroom Mobile, atau VSCO untuk menyempurnakan hasil jepretan. Mulai dari pengaturan eksposur, kontras, hingga efek warna dan tone agar tampak lebih sinematik.

 

8. Jaga Lensa Tetap Bersih
Lensa kamera HP sering terkena sidik jari atau debu. Pastikan untuk membersihkannya sebelum memotret agar hasil gambar tidak buram atau berkabut.

 

9. Ambil Banyak Foto (Burst Shot)
Gunakan mode burst atau ambil beberapa foto sekaligus untuk memilih hasil terbaik. Teknik ini sangat berguna saat memotret objek bergerak atau di kondisi yang sulit diprediksi.

 

10. Eksplorasi Gaya Fotografi
Cobalah berbagai genre foto seperti portrait, landscape, macro, night photography, atau street photography untuk mengasah keterampilan dan menemukan gaya khasmu sendiri.

 

sumber: CNBC Indonesia

starlink-starlinkcom_169

Starlink Tutup Pendaftaran Pelanggan Baru di RI, Ini Alasannya

Jakarta, CNBC Indonesia – Anda yang ingin menggunakan Starlink di Indonesia sayangnya tak bisa lagi melakukan pendaftaran pengguna baru. Sebab layanan milik Elon Musk itu lagi menerima pelanggan baru di tanah air.

Dalam pengumumannya di situs resmi, Starlink menuliskan layanannya tidak tersedia untuk pelanggan baru. Pihak perusahaan hanya menjelaskan alasannya karena kapasitasnya sudah terjual habis.

“Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitas yang terjual habis di seluruh Indonesia,” kata Starlink dikutip Senin (14/7/2025).

Bukan hanya itu, Starlink juga menghentikan aktivasi kit baru sementara bagi pelanggan yang membeli melalui retail atau penjual pihak ketiga.

Namun bagi masyarakat Indonesia masih bisa masuk dalam daftar tunggu hingga layanan tersedia kembali. Caranya dengan mendaftar dan memberikan deposit untuk memesan tempat dalam daftar tersebut.

Starlink tak memberikan informasi kapan layanannya bisa tersedia lagi. Pihak perusahaan hanya mengatakan tengah bekerja sama dengan pihak lokal agar bisa membuka layanannya lagi secepat mungkin.

Pengumuman ini dilakukan setelah Starlink resmi diluncurkan di Indonesia lebih dari setahun lalu. Pada Mei 2024, bos SpaceX Elon Musk datang langsung ke Bali untuk meresmikan perilisan layanannya di tanah air.

Starlink juga telah mengantongi izin operasional bisnis internet satelit (VSAT) dan Layanan Akses Internet (ISP) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

sumber: CNBC Indonesia