Kisah Pemuda Berbakat Yang Menjadi Lulusan Apple Developer Academy dan sekarang menjadi Technical Facilitator di Apple Developer Academy.

Rizal Hilman, seorang pemuda lulusan SMK yang saat ini menjadi Technical mentor di Apple Developer Academy di Batam. Saya lulus dari SMK Informatika Al Irsyad kota Cirebon pada tahun 2017. Seperti anak sekolah pada umumnya Rizal mempunyai cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tapi dari beberapa beasiswa yang diajukan belum membuahkan hasil yang baik. Sampai akhirnya Rizal teringat salah sagtu program belajar programming bertajuk pesantren yang di adakan pada sebuah IT training center yang ada di Slipi, Jakarta Barat. Begitulah awal mula

Program ini bersifat gratis dan berlangsung selama 1 tahun, jadi selain belajar pemrograman juga belajar agama seperti pesantren pada umumnya. Untuk lokasi pesantrennya berada di Jonggol, Bogor, terpisah dari kantor training yang berada di Jakarta.

“Belum genap setahun di pesantren saya ditawari untuk menjadi trainer di IMA-Studio yang merupakan anak perusahaan yang fokus ke mobile development. Sebuah pengalaman yang luar biasa dapat menjadi trainer di usia saya saat itu. Tidak jarang saya mendapati ekspresi terkejut ketika mengetahui saya adalah trainernya, pada awalnya mereka mengira saya juga peserta training seperti mereka.”, kata Rizal.

Selain bekerja, Rizal juga aktif sharing di komunitas-komunitas. Pada awal 2018 saya dan teman-teman mendirikan komunitas Android Enthusiast Jakarta (AEJ). Komunitas ini mewadahi setiap orang yang ingin belajar dan berbagi keterampilan mereka didunia teknologi (tidak hanya berfokus di android). Dalam satu bulan setidaknya ada 4 kali sesi sharing. Karena belum memiliki base camp sendiri maka AEJ melakukan kerja sama dengan kampus-kampus dan co-working space untuk dijadikan sebagai tempat sharing. Hingga saat ini ada sekitar 250 member aktif.

Juni 2018, Rizal mendapat scholarship dari Apple Developer Academy @BINUS sebagai angkatan pertama. Kesempatan yang luar biasa, saya mendapatkan pengalaman belajar yang tidak pernah di dapat sebelumnya. Selama di academy Rizal dan tim memiliki 4 proyek aplikasi dan games. Diantaranya adalah:

  1. BonJoyVi, game sederhana yang menrepresentasikan emosi “Joy” atau senang
  2. TapKiddos, game untuk mengajari anak-anak menghitung dengan tentang tempo musik anak-anak
  3. Gion, game teman bermain untuk anak kanker
  4. Ainun, aplikasi pembaca nominal uang dan pendeteksi uang asli untuk tunanetra

Setelah lulus dari academy saya memenangkan scholarship dari Apple untuk mengikuti World Wide Developer Conference (WWDC) 2019 di San Jose, California, United States bersama dengan 349 penerima scholarship lainnya dari seluruh dunia. 

World Wide Developer Conference 2019

Word Wide Developer Conference (WWDC) adalah konferensi tahunan yang di adakan oleh Apple untuk mengenalkan beragam produk baru mereka, terutama sistem operasi. Selain itu juga terdapat kelas-kelas workshop yang dipandu langsung oleh engineer-engineer Apple. Selama satu minggu ada beberapa kelas workshop yang berjalan dalam waktu bersamaan seperti kelas CoreML, ARKit, perfomance, accessibility, design dan banyak lagi.

Setiap tahunnya Apple mengundang developer dari seluruh dunia untuk mengikuti acara ini, “beruntungnya saya dapat menjadi salah satu dari 350 penerima scholarship WWDC 2019. Sekitar 3 bulan sebelum WWDC dimulai Apple membuka pendaftaran untuk mendapatkan scholarship ini. Dalam waktu kurang lebih 10 hari kami harus mengirimkan submission berupa essay dan proyek playground yang kami buat sendiri. Saya membagi waktu dengan cukup baik, 3 hari saya gunakan untuk mencari ide, 4 hari untuk development dan 1 hari untuk menulis essay, 1 hari untuk mengirim submission dan 1 hari saya sisakan untuk berjaga-jaga barangkali ada sesuatu yang kurang.”, demikian Rizal menceritakan bagaimana proses dia bisa di undang menjadi Scholarship Students dari Apple Developer Academy @ BINUS ke WWDC 19

Submission yang Rizal kirim adalah game playground “Sand Castle”, sebuah game sederhana yang menuntut kreatifitas pengguna untuk membangun kastil pasir mereka dalam waktu yang terbatas. Game ini terdiri dalam beberapa level dimana setiap levelnya memiliki kesulitan yang berbeda-beda.

Pengalaman yang luar biasa dapat menyaksikan presentasi Tim Cook (CEO Apple) secara langsung dan bertemu developer-developer hebat dari seluruh dunia. Rizal juga bertemu dengan beberapa student dan mentor apple developer academy dari Italy dan Brazil, kesempatan yang luarbiasa untuk saling berbagi cerita dan berbagi informasi terbaru tentang teknologi ter-update di produk-produk Apple. WWDC19 berlangsung selama satu pekan dan seluruh peserta disana menghabiskan waktu untuk berkonsultasi tentang proyek aplikasi. Rizal memiliki pengalaman menarik di WWDC19, “Saya juga melakukan konsultasi applikasi saya yatu Ainun, di kelas-kelas workshop. Untuk mengikuti workshop kami harus membuat appointment terlebih dahulu, karena memang cukup banyak peminatnya. Saya mengikuti beberapa labs seperti appstore review, accesibility, CoreML (machine learning), Camera, App Perfomance dan Marketing. Beruntung rasanya dapat bertemu dan berkonsultasi dengan orang-orang yang menangani langsung teknologi-teknologi tersebut. Saya juga mendapat banyak tanggapan positif terkait project saya (Ainun)”.

Penulis: Rizal Hilman

LINK :

www.binus.ac.id/developer-academy